[Summary Seribu Kunang kunang di Manhattan] ebook Author Umar Kayam – PDF, Kindle & eBook Online


  • Paperback
  • 269
  • Seribu Kunang kunang di Manhattan
  • Umar Kayam
  • Indonesian
  • 13 February 2019
  • null

FREE READ Seribu Kunang kunang di Manhattan

FREE READ Seribu Kunang kunang di Manhattan REVIEW ☆ Seribu Kunang kunang di Manhattan Yang hitam kaku dan garang”Begitulah New York sebuah paradoks Jutaan manusia hidup di dalamnya tapi ia nampaknya lengang Di apartemennya sang isteri Indonesia kesepian juga seorang wanita ganjil yang memasang namanya sebagai Madame Schlitz seorang wanita entah dari mana tinggal hanya bersama seekor anjing yang dilatihnya menyanyi sembari ia sendiri belajar yoga dan kepada tamunya menceritakan biografinya yang mungkin tidak betul untuk kemudian menghilang tanpa bekasAtau Jane dan Marno Si wanita berpisah dari suaminya dan si pria berpisah dari isteri dan tanah airnya Mereka berpacaran Kemudian rutin dan bosan Si wanita mengulang ulang cerita yang lapuk untuk mengisi kehampaan bicara tapi si pria terkenang akan hal lain isterinya bunyi cengkerik dan “ratusan kunang kunang yang suka bertabur malam malam di sawah embahnya di desa” Keduanya berpisah Dan lihatlah si Sybil gadis 15 tahun. KEREN

CHARACTERS õ eBook, ePUB or Kindle PDF ✓ Umar Kayam

Seribu Kunang kunang di Manhattan

FREE READ Seribu Kunang kunang di Manhattan REVIEW ☆ Seribu Kunang kunang di Manhattan INILAH New York dan Umar Kyam bercerita dari dalamnya New York adalah satu raksasa pemakan manusia Raksasa ini entah karena kena penyakit apa tidak pernah merasa kenyang biar dia sudah makan berapa ribu manusia Karena itu mulutnya terus saja menganga tidak sempat menutup Segala manusia putih hitam kuning coklat besar kecil ditelannya tanpa pilih pilih lagi” Umar Kayan mengutip perubahan itu dalam cerita Istriku Madame Schlitz dan Sang Raksasa cerita kedua dan yang terpanjang dalam kumpulan ini Secara tipikal dia tidak menyatakan adakah dia setuju atau tidak dengan karikatur tentang New York tersebut Namun 6 buah cerita pendek yang ditulisnya selama ia hidup di kota itu semuanya dengan latar Manhatan sebuah “belantara” katanya menampilkan kota jutaan itu sebagai dunia yang menarik tapi murung “Aku melihat ke luar jendela Ribuan pencakar langit kelihatan seperti gunduk gunduk bukit. Ini adalah sebuah kumpulan cerpen karya guru besar Umar Kayam Buku ini berhasil membuatku sadar akan realitas dunia yang penuh dengan kepalsuan dan kekejaman demi ego segelintir manusia My favorite chapter is Musim Gugur di Connecticut It really made me cry in the end Even crying when the story s brought up to story telling performance by Landung Simatupang Mixing of a great writter Umar Kayam and an amazing story teller Landung Simatupang

Umar Kayam ✓ 8 REVIEW

FREE READ Seribu Kunang kunang di Manhattan REVIEW ☆ Seribu Kunang kunang di Manhattan Yang tersia sia ibunya yang miskin lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur bersama majikannya tiba tiba saja menemukan semacam penglepasan diri dalam suatu tindakan tanpa rencana ia membunuh si Susan 6 tahun yang seharusnya dijaganyaLebih merasa tersiksa lagi kakek Charlie Si kakek menjalani hari hari tuanya di Central Park main karousel setiap hari seperti anak anak membayangkan dan sebagai tokoh legendaris ketua suku Indian Chief Sitting Bull untuk kemudian menemui “pacarnya” nenek Martha dengan siapa ia menaburkan makanan untuk burung burung seraya mengeluarkan perlakuan buruk anak dan menantu mereka masing masing Chief Sittilg Bull bisa merupakan ilustrasi yang baik buat studi Simone de Bouvoire tentang nasib orang orang lanjut usia di masyarakat industri oknum yang tak lagi berguna seperti sepah yang mencari harga dirinya dalam hal hal yang kacau oleh ketinggalan zama. I am so glad I ve finally made it This is indeed a very good one10 cerpen yang geus Umar Kayam banget lah